Masker berasal dari donasi pribadi jajaran pengurus, menjadi bentuk kepedulian langsung terhadap warga di tengah ancaman memburuknya kualitas udara.
Kalimantanterbit.com, BANJARMASIN – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi alarm bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Ketika kualitas udara mulai terganggu, kepedulian terhadap kesehatan warga pun tak bisa hanya berhenti pada imbauan.
Merespons kondisi tersebut, Komunitas Rakyat Banua Bersatu (KRBB) Kalimantan Selatan memilih bergerak langsung ke tengah masyarakat.
Sebanyak 3.000 masker gratis dibagikan kepada warga dan pengguna jalan sebagai langkah sederhana untuk membantu mengurangi paparan asap, khususnya bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan.
Aksi sosial itu berlangsung di kawasan bawah jembatan fly over, tepatnya di perempatan lampu merah Jalan A Yani KM 4, Banjarmasin, Selasa (1/9/2026).

Ketua KRBB Kalsel Noor Hafifah bersama jajaran pengurus turun langsung membagikan masker kepada pengendara maupun masyarakat yang melintas.
Bukan berasal dari bantuan pemerintah atau lembaga lain, ribuan masker tersebut disiapkan melalui donasi pribadi para pengurus KRBB Kalsel.
Langkah itu menjadi pesan bahwa kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dapat dimulai dari gerakan kecil, tetapi dilakukan secara nyata dan bersama-sama.
Di lokasi kegiatan, KRBB Kalsel juga membentangkan spanduk berisi pesan kepada masyarakat. Salah satunya bertuliskan, “Jaga Diri, Jaga Sesama, Lawan Asap, Selamatkan Banua Kita.”
Sementara spanduk lainnya mengusung pesan “Peduli Kesehatan, Lawan Asap Karhutla.”
Pesan tersebut seolah menjadi pengingat di tengah lalu lintas yang padat bahwa ancaman karhutla bukan semata persoalan lahan yang terbakar, tetapi juga menyangkut kualitas lingkungan dan kesehatan manusia.
Sejumlah pengendara menyambut positif pembagian masker tersebut. Setelah menerima masker, sebagian warga langsung mengenakannya sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Bukan Sekadar Bagi Masker
Noor Hafifah mengatakan, aksi tersebut bukan sekadar kegiatan sosial membagikan masker secara gratis. Lebih dari itu, KRBB Kalsel ingin membangun kesadaran masyarakat agar tidak meremehkan dampak kabut asap terhadap kesehatan.
“Aksi bagi masker ini sebagai upaya untuk melindungi kesehatan masyarakat dari kualitas udara tidak sehat akibat karhutla,” ujar Hafifah.

Menurutnya, persoalan karhutla memiliki dampak yang luas. Selain mengancam lingkungan, asap yang ditimbulkan juga dapat mengganggu kesehatan apabila masyarakat terpapar dalam kondisi kualitas udara yang buruk.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok yang dinilai lebih rentan serta warga yang memiliki mobilitas tinggi di luar ruangan.
Penggunaan masker, kata Hafifah, memang bukan solusi untuk menghentikan karhutla. Namun, langkah tersebut menjadi salah satu bentuk perlindungan diri yang dapat dilakukan masyarakat ketika harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik.
“Karena itu, tindakan pencegahan seperti memakai masker dapat membantu masyarakat dari dampak buruk kabut asap,” katanya.
KRBB Ajak Warga Tak Anggap Sepele Asap
Hafifah berharap pembagian 3.000 masker tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia ingin gerakan itu menjadi pemantik kesadaran bersama bahwa persoalan karhutla membutuhkan perhatian seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, menjaga kesehatan di tengah kabut asap merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat juga diimbau mengenakan masker ketika berada di luar ruangan dan mempertimbangkan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara sudah berada pada tingkat yang tidak sehat.
“Semoga melalui kegiatan ini masyarakat semakin sadar betapa pentingnya menjaga kesehatan dengan menggunakan masker, khususnya ketika kondisi udara kurang baik,” pungkas Hafifah.
Bagi KRBB Kalsel, ribuan masker yang dibagikan hari itu bukan sekadar benda pelindung wajah. Di baliknya ada pesan yang lebih besar: ketika asap mengancam kesehatan warga, kepedulian tidak boleh ikut menjadi kabur.
Gerakan sederhana dari jalanan Banjarmasin itu sekaligus menjadi seruan agar masyarakat bersama-sama menjaga diri, menjaga sesama, dan ikut mendorong upaya pencegahan karhutla demi keselamatan Banua. (kt)
