Noor Hafifah: Cinta kepada Rasulullah Tak Cukup Diucapkan, Harus Dibuktikan dengan Shalawat, Sedekah dan Kepedulian.
Kalimantanterbit.com, BANJARMASIN – Suasana penuh kehangatan dan nuansa religius mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Komunitas Rakyat Banua Bersatu (KRBB) Kalimantan Selatan, Kamis (3/9/2026).
Bukan sekadar mengenang kelahiran manusia agung pembawa risalah Islam, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus menghidupkan kembali semangat meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Menyebarkan Cinta, Menyebarkan Manfaat”, peringatan Maulid yang berlangsung di RM Bamboe, Jalan Dharma Praja, Banjarmasin, itu diikuti jajaran dan anggota KRBB Kalsel dengan penuh khidmat.

Ketua KRBB Kalsel, Noor Hafifah Adhani, menegaskan bahwa Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut harus mampu menggugah setiap umat untuk semakin dekat dengan Rasulullah SAW dan menjadikan akhlak beliau sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Menurut Noor Hafifah, Rasulullah SAW telah memberikan teladan tentang bagaimana membangun kehidupan yang dipenuhi kasih sayang, persaudaraan, kepedulian serta kepekaan terhadap sesama.
“Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk saling menghormati, membantu sesama, menjaga persaudaraan, mempererat ukhuwah dan senantiasa memberikan manfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh anggota KRBB, khususnya kaum ibu yang hadir, agar menjadikan kecintaan kepada Rasulullah SAW sebagai energi untuk memperbanyak amal kebaikan.
Sebab, menurutnya, mencintai Nabi Muhammad SAW bukan hanya melalui ungkapan lisan, tetapi harus tercermin dalam sikap dan perbuatan.
“Kecintaan kepada Rasulullah jangan hanya diwujudkan melalui ucapan. Mari kita buktikan dengan perbuatan nyata, membantu sesama, menjaga persatuan dan terus menebarkan kebaikan,” katanya.
Shalawat, Sedekah dan Akhlak Jadi Pesan Utama
Peringatan Maulid semakin bermakna ketika tausiah disampaikan Ustazah Dra. Hj. Siti Kamila, M.Pd.I.

Dalam tausiyahnya, Siti Kamila mengajak jamaah untuk melihat kehidupan secara seimbang. Manusia boleh mengejar keberhasilan dunia, namun seluruh ikhtiar tersebut hendaknya tetap diarahkan untuk memperoleh kebahagiaan di akhirat.
Ia mengingatkan kembali doa yang begitu populer di kalangan umat Islam:
“Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzaban-nar.”
Doa tersebut, jelasnya, mengandung permohonan yang sangat luas. Bukan hanya meminta kehidupan dunia yang baik, tetapi sekaligus memohon kebaikan di akhirat dan perlindungan dari siksa neraka.
Kebaikan dunia dapat berupa rezeki yang berkah, kesehatan, keberhasilan, keluarga yang harmonis, pasangan yang baik, anak-anak yang berbakti hingga ketenteraman dalam menjalani kehidupan.
Namun seluruh kenikmatan tersebut hendaknya tidak membuat manusia melupakan tujuan akhir kehidupan.

Dalam kesempatan itu, Siti Kamila juga menekankan pentingnya bersedekah, berbagi dan membantu orang lain sebagai bagian dari upaya meneladani Rasulullah SAW.
Menurutnya, majelis Maulid bukan hanya tempat berkumpul dan mendengarkan tausiah, tetapi juga momentum memperbanyak shalawat, mengingat perjuangan Rasulullah SAW serta memperkuat tekad untuk memperbaiki diri.
Ia kemudian menyampaikan kisah tentang seseorang yang dikenal memiliki kecintaan besar kepada Rasulullah SAW dan senantiasa memperbanyak shalawat.
Namun kecintaan tersebut tidak berhenti pada ucapan. Ia berusaha memperbaiki akhlak, mendekatkan diri kepada Allah SWT, gemar bersedekah dan berbuat baik kepada orang-orang di sekitarnya.
Pesan yang terkandung dalam kisah tersebut sederhana namun kuat: cinta kepada Rasulullah SAW harus melahirkan perubahan dalam perilaku.
“Ketika kita bershalawat, bersedekah, membantu orang lain, menghadiri majelis ilmu dan Maulid, serta berusaha mengikuti akhlak Rasulullah SAW, mudah-mudahan semua itu menjadi amal yang membawa keberkahan bagi kehidupan kita,” tutur Siti Kamila.
Dari Majelis Maulid untuk Gerakan Kebaikan
Rangkaian kegiatan sebelumnya diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan Rusmiati, menambah kekhidmatan suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Bagi KRBB Kalsel, peringatan Maulid tahun ini diharapkan menjadi titik penguat bagi seluruh anggota untuk terus membangun kebersamaan dan kepedulian sosial.
Semangat yang dibawa bukan hanya mencintai Rasulullah melalui shalawat, tetapi juga menerjemahkan nilai-nilai kenabian dalam kehidupan nyata—dengan mempererat silaturahmi, membantu mereka yang membutuhkan, menjaga persatuan serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Noor Hafifah berharap semangat tersebut terus tumbuh di tengah keluarga besar KRBB Kalsel.
Sebab, ketika kecintaan kepada Rasulullah SAW diwujudkan melalui akhlak dan kepedulian, Maulid tidak lagi sekadar peringatan, melainkan menjadi gerakan untuk melahirkan lebih banyak kebaikan di tengah masyarakat dan Banua. (kt)
