Kalimantanterbit.com, BANJARMASIN — Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) XXI menjadi salah satu momentum penting bagi kader IMM se-Indonesia dalam menentukan arah kepemimpinan dan gerakan organisasi pada periode mendatang.
Menjelang pelaksanaan forum permusyawaratan tertinggi IMM tersebut, nama kader asal Kalimantan Selatan, Fery Setiadi, mencuat dalam bursa kandidat Formatur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM.
Fery menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Formatur DPP IMM. Kesiapan tersebut tidak terlepas dari perjalanan panjangnya dalam proses perkaderan dan pengalaman berorganisasi di lingkungan IMM.
Ia telah mengikuti berbagai tahapan perkaderan, mulai dari Darul Arqam Dasar (DAD), Darul Arqam Madya (DAM), hingga Darul Arqam Paripurna (DAP).
Pengalaman tersebut kemudian dilengkapi dengan keterlibatan Fery dalam berbagai jenjang kepemimpinan IMM, mulai dari tingkat komisariat hingga daerah. Pengalaman itu menjadi bekal untuk memahami dinamika organisasi sekaligus beragam kebutuhan kader di berbagai wilayah.
Pencalonan Fery juga mendapat dukungan dari sejumlah kader dan alumni IMM Kalimantan Selatan. Kehadirannya dalam bursa Formatur DPP IMM dipandang sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan keterwakilan kader daerah dalam ruang kepemimpinan organisasi di tingkat nasional.
Salah seorang kader DPD IMM Kalsel menilai, pengalaman Fery menjadi salah satu modal dalam menghadapi dinamika organisasi yang semakin kompleks.
“Fery Setiadi adalah sosok yang tepat. Dia perpaduan antara intelektual, organisatoris, dan agamis. Dia tahu betul apa yang dibutuhkan kader di daerah, terutama di luar Jawa,” ujarnya, Kamis (17/9/2026).
Jika mendapat amanah dalam kepemimpinan DPP IMM, Fery membawa sejumlah gagasan yang berkaitan dengan penguatan IMM sebagai gerakan mahasiswa Islam yang memiliki basis intelektual sekaligus kepedulian terhadap persoalan sosial.
Sejumlah isu seperti keadilan sosial, krisis ekologi, penguatan kapasitas kader, serta literasi digital mahasiswa dinilai menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian dalam perkembangan gerakan IMM ke depan.
Bagi Fery, Muktamar tidak sekadar menjadi forum pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, Muktamar merupakan ruang strategis untuk merumuskan arah perjuangan organisasi agar tetap relevan menghadapi perubahan zaman.
Kesiapannya maju sebagai calon Formatur DPP IMM menjadi bagian dari ikhtiar kader asal Banua untuk membawa pengalaman, gagasan, dan perspektif kader daerah ke forum kepemimpinan IMM di tingkat nasional.
Muktamar IMM XXI nantinya menjadi ruang bagi para peserta untuk menentukan arah kepemimpinan sekaligus merumuskan gerakan IMM pada periode mendatang.
Diketahui, Muktamar IMM XXI bakal digelar di Kalimantan Selatan pada Desember 2026 mendatang. (kt)
