Setelah sempat vakum, konsolidasi mulai digeber. Struktur kepengurusan baru disusun dan deklarasi Ketua DPW GEPAK Kalsel direncanakan berlangsung Oktober 2026.
Kalimantanterbit.com, BANJARMASIN — Roda organisasi Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (GEPAK) Kalimantan Selatan kembali diputar.
Setelah sempat vakum pascawafatnya Ketua Umum DPW GEPAK Kalsel, H. Anang Misran, kini barisan organisasi tersebut mulai kembali merapatkan langkah. Sebanyak 13 DPD GEPAK se-Kalimantan Selatan telah menyatukan sikap dan mengusung H. Junaidi, yang akrab disapa Bang Jun, sebagai figur yang akan memimpin GEPAK di tingkat provinsi.
Kesepakatan itu menjadi titik penting dalam proses penataan kembali organisasi.
Sikap bersama tersebut muncul dalam musyawarah internal yang berlangsung di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Sabtu (19/9/2026).
Dua hari berselang, proses konsolidasi kembali bergerak. Bang Jun bersama jajaran terkait menggelar pertemuan penyusunan kepengurusan baru di Cafe Janji Jiwa, Kompleks Citra Land, Kabupaten Banjar, Senin (21/9/2026).
Bukan sekadar pertemuan biasa, agenda tersebut menjadi bagian dari upaya merapikan kembali mesin organisasi GEPAK Kalsel.
Sejumlah hal dibahas, mulai dari komposisi struktur kepengurusan, pembagian bidang hingga langkah organisasi ke depan.
Dari Vakum, Kembali Bergerak
Momentum ini menjadi fase penting bagi GEPAK Kalsel untuk kembali menjalankan aktivitas organisasi setelah mengalami kekosongan akibat wafatnya H. Anang Misran.
Bang Jun menyebut percepatan konsolidasi diperlukan agar GEPAK Kalsel dapat kembali hadir dan mengambil peran di tengah masyarakat.
“Langkah percepatan ini diambil untuk memastikan GEPAK Kalsel kembali hadir sebagai wadah kepemudaan yang solid, responsif, dan mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujar Bang Jun.
Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan arah konsolidasi yang sedang dibangun: bukan hanya menyusun nama dalam struktur, tetapi menghidupkan kembali aktivitas organisasi secara lebih terarah.
Struktur Baru Mulai Dipetakan
Dalam proses penyusunan kepengurusan, GEPAK Kalsel juga merancang unsur pembina dan penasihat organisasi.
Gubernur Kalimantan Selatan direncanakan masuk dalam Dewan Pembina DPW GEPAK Kalsel.
Rancangan tersebut juga mencantumkan sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolda Kalsel, Danrem 101/Antasari, Danlanal dan Danlanud.
Kehadiran unsur-unsur tersebut masih berada dalam rancangan struktur yang tengah disiapkan. Tujuannya, antara lain, memperluas komunikasi serta membangun kemitraan organisasi dengan berbagai pihak di daerah.
Dengan demikian, konsolidasi GEPAK Kalsel kini memasuki tahap penyusunan fondasi organisasi sebelum kepengurusan baru diumumkan secara resmi.
Oktober Jadi Momentum Berikutnya
Langkah berikutnya sudah diarahkan menuju deklarasi Ketua DPW GEPAK Kalsel definitif.
Berdasarkan hasil konsolidasi, agenda tersebut direncanakan berlangsung di Provinsi Kalimantan Timur pada Oktober 2026.
Deklarasi itu nantinya menjadi momentum untuk menandai dimulainya kepengurusan baru GEPAK Kalsel.
Di tengah proses tersebut, 13 DPD se-Kalsel menjadi bagian penting dalam konsolidasi organisasi.
Kini, setelah melewati fase vakum, GEPAK Kalsel mulai kembali menyusun barisan.
Pertanyaannya tinggal bagaimana struktur baru tersebut akan diterjemahkan menjadi kerja organisasi di lapangan.
Satu hal yang jelas, mesin GEPAK Kalsel mulai kembali dipanaskan.
Babak baru pun tengah disiapkan. (*/kt)
