Hadapi Tantangan Era Digital, 24 Wartawan Kalsel Ikuti UKW Didukung Adaro

PWI Kalimantan Selatan menekankan pentingnya kompetensi, integritas, dan independensi pers di tengah derasnya arus informasi serta ancaman penyebaran hoaks.

Kalimantanterbit.com, BANJARMASIN – Tantangan dunia jurnalistik yang semakin kompleks menuntut wartawan tidak hanya cekatan dalam menghimpun informasi, tetapi juga cermat melakukan verifikasi, memahami etika profesi, dan menjaga independensi dalam setiap pemberitaan.

Untuk memperkuat kapasitas tersebut, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan XXIV dengan dukungan PT Adaro Indonesia.

Sebanyak 24 wartawan mengikuti kegiatan yang berlangsung pada 29–30 Oktober 2026 di Gedung PWI Kalsel, Jalan Pangeran Hidayatullah, Banjarmasin. Peserta terbagi dalam empat kelas, yakni dua kelas tingkat Muda dan dua kelas tingkat Madya.

UKW menjadi salah satu upaya untuk memastikan wartawan memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar kompetensi profesi, sekaligus memahami tanggung jawab dalam menyajikan informasi kepada masyarakat.

Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie, mengatakan pelaksanaan UKW tidak semata-mata berorientasi pada sertifikasi. Lebih penting dari itu, kegiatan tersebut diharapkan melahirkan wartawan yang mampu menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan bertanggung jawab.

Ia mengapresiasi dukungan PT Adaro Indonesia, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, para penguji, serta panitia yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut selama kurang lebih satu bulan.

Helmie juga meminta seluruh peserta memanfaatkan kesempatan yang tersedia untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

“Manfaatkan dukungan dari Adaro kali ini. Manfaatkan fasilitas yang ada dan tidak berbayar ini. Tampilkan kemampuan Anda dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan berbagai pihak terhadap peningkatan kompetensi wartawan perlu dijawab dengan keseriusan peserta dalam mengikuti seluruh tahapan pengujian.

Independensi Pers Tetap Menjadi Prinsip Utama

Komitmen meningkatkan kualitas jurnalistik juga mendapat perhatian Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Pelaksana Harian Biro Administrasi Pimpinan Pemprov Kalsel, Jumri, Gubernur menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, organisasi profesi wartawan, dan sektor swasta dalam mendukung pembangunan daerah.

Kemitraan antara Pemprov Kalsel, PWI Kalsel, dan PT Adaro Indonesia diharapkan dapat terus diperkuat, terutama dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.

Namun, peningkatan kompetensi wartawan juga harus berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap kode etik, ketelitian memverifikasi informasi, serta penggunaan teknologi secara bijak.

“Independensi pers harus tetap dijaga dan kepercayaan publik harus senantiasa menjadi prioritas,” demikian pesan Gubernur dalam sambutannya.

Pers, lanjutnya, memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar di tengah maraknya berita bohong atau hoaks.

Wartawan juga diharapkan mampu menjalankan fungsi kontrol sosial dengan tetap bersikap kritis terhadap kebijakan publik, tanpa mengabaikan prinsip akurasi, keberimbangan, dan tanggung jawab kepada masyarakat.

Adaro Dorong Wartawan Lebih Kompetitif

Dukungan terhadap pelaksanaan UKW turut disampaikan LCM Department Head PT Adaro Indonesia, Djoko Soesilo.

Ia menyambut baik kemitraan dengan PWI Kalsel dan menegaskan bahwa dukungan perusahaan merupakan bentuk komitmen terhadap penguatan kapasitas serta integritas insan pers di Kalimantan Selatan.

“Dukungan kami merupakan bentuk komitmen untuk mendukung insan pers di Banua yang profesional, berkapasitas, serta memiliki integritas dalam menjalankan fungsinya,” kata Djoko.

Ia berharap dukungan tersebut dapat mendorong wartawan menjadi lebih mandiri, kompetitif, dan adaptif menghadapi perubahan di industri media.

Kolaborasi antara dunia usaha dan organisasi profesi wartawan juga diharapkan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah melalui terciptanya lingkungan informasi yang berkualitas.

Kompetensi Wartawan Menjadi Kebutuhan

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi. Kecepatan publikasi kini menjadi bagian penting dalam kerja media, tetapi tidak boleh mengesampingkan proses verifikasi dan ketepatan informasi.

Dalam situasi tersebut, kompetensi wartawan menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas pemberitaan sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap pers.

Melalui UKW Angkatan XXIV, PWI Kalsel berharap 24 peserta mampu menunjukkan kompetensi sesuai jenjang yang diikuti dan menerapkan prinsip jurnalistik secara konsisten dalam pekerjaan sehari-hari.

Peningkatan kualitas wartawan diharapkan tidak berhenti pada kelulusan ujian atau kepemilikan sertifikat, tetapi tercermin dalam produk jurnalistik yang akurat, berimbang, independen, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan demikian, penguatan kompetensi menjadi bagian penting dari upaya menjaga peran pers sebagai penyampai informasi, pengawas kehidupan publik, sekaligus salah satu pilar penting dalam demokrasi. (kt)