Banua Bersiap Sambut Muktamar XXI IMM 2027, DPD IMM Kalsel Ajak Semua Elemen Bersinergi

Kepercayaan menjadi tuan rumah forum nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah membuka ruang bagi kader se-Indonesia untuk bertemu, bertukar gagasan, dan memperkuat persaudaraan. Bagi Kalimantan Selatan, momentum ini juga menjadi kesempatan menghidupkan kembali jejak sejarah IMM di Banua.

Kalimantanterbit.com, BANJARMASIN – Kalimantan Selatan bersiap menyambut salah satu agenda penting dalam perjalanan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Banua dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar XXI IMM yang dijadwalkan berlangsung pada awal 2027, sebuah momentum yang diharapkan tidak hanya mempertemukan kader dari berbagai daerah, tetapi juga mempererat persaudaraan dan melahirkan gagasan bagi masa depan organisasi.

Kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi kader IMM di Kalimantan Selatan. Lebih dari sekadar menjadi lokasi penyelenggaraan, kesempatan ini membawa harapan agar Banua dapat menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi generasi muda Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.

Penetapan Kalimantan Selatan sebagai tuan rumah diputuskan melalui Rapat Pleno Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM), setelah usulan tersebut dibahas dalam Tanwir XXXIII IMM di Malang.

Sekretaris Jenderal DPP IMM, Muhammad Zaki Mubarak, menjelaskan bahwa penentuan tuan rumah Muktamar telah melalui mekanisme organisasi sebagaimana diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) IMM Pasal 26 tentang Muktamar.

Keputusan ini selanjutnya menjadi amanah bersama yang perlu dijawab melalui persiapan terencana, komunikasi yang baik, dan keterlibatan berbagai pihak.

Bagi IMM, Muktamar merupakan forum penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menentukan kepemimpinan, serta menyusun arah gerakan ke depan. Di dalamnya, kader dari berbagai latar belakang dan daerah akan membawa pengalaman, pandangan, serta harapan masing-masing untuk dibicarakan bersama.

Perbedaan gagasan yang hadir dalam forum diharapkan menjadi kekuatan untuk memperkaya pemikiran dan memperkuat kedewasaan berorganisasi.

Menghidupkan Kembali Jejak Sejarah di Banua

Kalimantan Selatan bukan wilayah yang asing dalam perjalanan IMM. Banua pernah menjadi tempat penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) II IMM pada 26–30 November 1967.

Jejak tersebut memberikan makna tersendiri bagi rencana pelaksanaan Muktamar XXI pada 2027. Setelah perjalanan panjang organisasi, Kalimantan Selatan kembali memperoleh kesempatan menjadi bagian penting dari dinamika gerakan mahasiswa Muhammadiyah di tingkat nasional.

Momentum ini diharapkan mampu menumbuhkan kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi kader lokal. Sejarah yang pernah tercatat bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga menjadi inspirasi dalam mempersiapkan forum yang bermakna bagi generasi berikutnya.

Di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan tantangan kebangsaan yang semakin kompleks, mahasiswa dituntut untuk terus memperluas wawasan, menjaga kepekaan sosial, serta menghadirkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Karena itu, Muktamar XXI diharapkan tidak berhenti pada agenda pergantian kepemimpinan. Forum ini juga menjadi ruang untuk merumuskan langkah organisasi agar tetap dekat dengan persoalan mahasiswa dan masyarakat, sekaligus mampu berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

DPD IMM Kalsel Ingin Menyambut dengan Kebersamaan

Ketua Umum DPD IMM Kalimantan Selatan, Fery Setiadi, menyambut penetapan tersebut dengan komitmen untuk mempersiapkan penyelenggaraan Muktamar XXI secara maksimal.

Menurut Fery, keberhasilan agenda nasional ini membutuhkan kerja bersama. Kader IMM memang menjadi bagian utama dalam penyelenggaraan, tetapi dukungan pemerintah daerah, unsur legislatif, kepolisian, keluarga besar Muhammadiyah, dan berbagai elemen masyarakat juga sangat diperlukan.

Semangat kolaborasi tersebut menjadi penting agar seluruh rangkaian kegiatan dapat dipersiapkan dengan baik, mulai dari koordinasi kelembagaan hingga kebutuhan para delegasi yang akan datang dari berbagai wilayah Indonesia.

Fery berharap Kalimantan Selatan dapat menjadi tuan rumah yang tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga mampu menghadirkan suasana yang ramah, terbuka, dan penuh persaudaraan.

Baginya, pertemuan kader dari berbagai daerah merupakan kesempatan untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, serta membangun pemahaman di tengah keberagaman pandangan.

Dinamika yang muncul selama Muktamar pun diharapkan berlangsung dalam semangat musyawarah. Perbedaan pilihan dan gagasan hendaknya tidak menjadi sekat, melainkan bagian dari proses untuk menemukan keputusan terbaik bagi organisasi.

DPD IMM Kalsel, lanjut Fery, akan membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mematangkan persiapan dan mendorong keterlibatan lebih luas dalam menyukseskan agenda tersebut.

Ia juga mengajak seluruh kader IMM dan warga Muhammadiyah di Kalimantan Selatan untuk bersama-sama menyambut kepercayaan ini dengan semangat gotong royong.

Ajakan tersebut disampaikan pada Sabtu (17/10/2026), sebagai bagian dari upaya membangun kesiapan sejak dini menuju pelaksanaan Muktamar XXI.

Menyiapkan Forum untuk Masa Depan Organisasi

Rangkaian persiapan menuju Muktamar XXI sebelumnya turut dibahas dalam Tanwir XXXIV IMM yang berlangsung di Tangerang, Banten, pada 2–5 September 2026.

Dalam forum tersebut, DPP IMM menetapkan lima kandidat Ketua Umum DPP IMM dan 52 calon formatur. Pembahasan materi tanfidz juga menjadi bagian dari persiapan menuju forum tertinggi organisasi itu.

Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses konsolidasi untuk memastikan Muktamar tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga keputusan yang dapat menjadi pijakan bagi keberlanjutan gerakan IMM.

Harapannya, kepemimpinan yang terpilih nantinya mampu merangkul kader dari berbagai daerah, memperkuat kerja organisasi, serta mendorong program-program yang menjawab kebutuhan mahasiswa dan masyarakat.

Di sisi lain, DPD IMM Kalsel memiliki tugas untuk memastikan kesiapan tuan rumah berjalan seiring dengan kebutuhan organisasi. Koordinasi yang baik, pembagian tanggung jawab yang jelas, dan dukungan berbagai pihak akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan penyelenggaraan yang lancar.

Dari Banua, Merajut Persaudaraan untuk Indonesia

Bagi Kalimantan Selatan, Muktamar XXI IMM menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Banua siap menjadi ruang pertemuan bagi gagasan, persahabatan, dan semangat kebangsaan.

Kehadiran kader dari berbagai penjuru Indonesia diharapkan membawa pengalaman dan perspektif baru yang dapat memperkaya kehidupan organisasi sekaligus memperluas jejaring antarmahasiswa.

Lebih jauh, keberhasilan Muktamar tidak semata-mata diukur dari lancarnya acara. Nilai pentingnya terletak pada keputusan yang dihasilkan, persaudaraan yang semakin kuat, serta kontribusi nyata yang dapat dibawa kader setelah kembali ke daerah masing-masing.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan berbagai elemen, DPD IMM Kalsel berharap Muktamar XXI dapat berlangsung sukses dan meninggalkan kesan baik bagi seluruh peserta.

Kepercayaan kepada Kalimantan Selatan pun menjadi momentum untuk merawat jejak sejarah IMM di Banua sekaligus meneguhkan semangat generasi muda Muhammadiyah untuk terus belajar, berdialog, dan mengambil peran dalam membangun masa depan bangsa.

Dari Banua, diharapkan lahir perjumpaan yang mempererat persaudaraan, gagasan yang membuka jalan perubahan, serta keputusan yang membawa IMM semakin solid dan bermanfaat bagi masyarakat. (kt)