Akses kesehatan yang dekat dinilai membantu masyarakat. Namun, keberadaan fasilitas medis perlu diimbangi pelayanan profesional, respons cepat, dan sarana yang memadai.
Kalimantanterbit.com, KERTAK HANYAR, KALIMANTAN SELATAN — Keberadaan fasilitas kesehatan di dekat permukiman bukan sekadar persoalan jarak, melainkan menyangkut kemudahan masyarakat memperoleh pertolongan medis saat dibutuhkan. Di Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, UPTD Puskesmas Kertak Hanyar dinilai memiliki peran penting dalam menunjang kebutuhan kesehatan warga.
Apresiasi terhadap keberadaan puskesmas tersebut disampaikan Putra, perwakilan Polsek Kertak Hanyar, bersama dua pemuda setempat, Noval dan Ilham, Minggu (11/10/2026).
Bagi masyarakat, fasilitas kesehatan tingkat pertama menjadi salah satu tumpuan untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan tanpa harus selalu menempuh perjalanan ke wilayah lain. Posisi Kertak Hanyar yang berbatasan langsung dengan Kota Banjarmasin turut membuat akses pelayanan kesehatan di wilayah sendiri menjadi kebutuhan strategis.
Namun, keberadaan fasilitas kesehatan tidak cukup dinilai dari lokasinya yang mudah dijangkau. Kualitas pelayanan, kecepatan respons petugas, ketersediaan sarana dan prasarana, serta kepastian informasi kepada pasien juga menjadi bagian penting dari pelayanan publik yang berkualitas.
Noval menilai, keberadaan Puskesmas Kertak Hanyar memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses layanan medis. Ia juga menyoroti pentingnya layanan Unit Gawat Darurat (UGD) dalam menunjang kebutuhan penanganan pasien yang memerlukan pertolongan segera.
“Keberadaan puskesmas ini sangat membantu masyarakat. Warga memiliki akses pelayanan kesehatan yang lebih dekat, sehingga kebutuhan berobat bisa lebih mudah dijangkau,” ujar Noval.
Menurutnya, kemudahan akses tersebut perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kualitas pelayanan. Masyarakat membutuhkan petugas yang profesional, responsif, komunikatif, serta mampu memberikan pelayanan sesuai prosedur dan kebutuhan pasien.
Dalam pelayanan kesehatan, kecepatan respons harus ditopang kesiapan petugas, fasilitas, dan sistem penanganan yang sesuai standar. Karena itu, keberadaan layanan UGD juga perlu dilihat dari kesiapan operasional dan kemampuannya memberikan penanganan sesuai tingkat kegawatan pasien.
Harapan terhadap peningkatan pelayanan kesehatan tersebut juga berkaitan dengan peran pemerintah daerah dalam memastikan fasilitas kesehatan tingkat pertama dapat menjalankan fungsinya secara optimal.
Noval menyampaikan apresiasi kepada Bupati Banjar, H. Saidi Mansyur, atas perhatian terhadap penyediaan fasilitas kesehatan bagi masyarakat Kecamatan Kertak Hanyar.
Ia berharap dukungan pemerintah daerah terhadap sektor kesehatan terus diperkuat, baik melalui pemenuhan sarana dan prasarana maupun peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pelayanan kesehatan bukan hanya keberadaan gedung atau fasilitas, melainkan sejauh mana masyarakat dapat memperoleh layanan yang mudah diakses, aman, profesional, dan sesuai kebutuhan.
Puskesmas Kertak Hanyar diharapkan terus memperkuat perannya sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama yang dekat dengan masyarakat, sekaligus menjaga kepercayaan publik melalui pelayanan yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan pasien. (kt)
