Menuju Pengukuhan Satu Dekade, KRBB Kalsel Sambangi Sejumlah Instansi Strategis

Dipimpin Ketua KRBB Kalsel Noor Hafifah bersama jajaran pengurus, rangkaian silaturahmi dan audiensi menyasar sejumlah instansi pemerintah, unsur kepolisian, pimpinan daerah, DPRD, hingga Nanang dan Galuh Banjar sebagai bagian dari persiapan pengukuhan organisasi.

Kalimantanterbit.com, BANJARBARU – Menyongsong momentum satu dekade perjalanan organisasi, Komunitas Rakyat Banua Bersatu (KRBB) Kalimantan Selatan terus memantapkan langkah untuk memperkuat eksistensi, memperluas jejaring kemitraan, sekaligus mempersiapkan agenda pengukuhan organisasi.

Semangat tersebut terlihat dari rangkaian silaturahmi dan audiensi yang dilaksanakan Ketua KRBB Kalsel, Noor Hafifah, bersama jajaran pengurus. Sejumlah instansi pemerintah, unsur kepolisian, pimpinan daerah, hingga mitra strategis menjadi bagian dari agenda komunikasi organisasi, Selasa (13/10/2026).

Bagi KRBB Kalsel, langkah ini bukan sekadar kunjungan formal. Lebih dari itu, silaturahmi menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali keberadaan organisasi, membangun komunikasi, serta membuka peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Banua.

Noor Hafifah menegaskan, KRBB Kalsel memiliki landasan organisasi yang jelas. Keberadaannya didukung Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), akta notaris, serta telah terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

“Alhamdulillah, hari ini kami kembali meneruskan perjuangan panitia pelaksana pengukuhan KRBB Kalsel. Kami ingin memastikan bahwa organisasi ini terus bergerak, menjaga kekompakan, dan membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak,” ujar Noor Hafifah.

Menurutnya, organisasi yang memiliki struktur dan legalitas perlu terus menghidupkan aktivitas serta memperkuat hubungan kelembagaan. Karena itu, komunikasi dengan dewan pembina, instansi terkait, dan mitra kerja menjadi bagian penting dalam perjalanan KRBB Kalsel.

“KRBB bukan sekadar organisasi yang dibentuk lalu berjalan tanpa arah. Kami memiliki aturan, kepengurusan, dan tanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan organisasi. Karena itu, kami ingin memperkuat kembali eksistensi KRBB agar semakin dikenal, semakin solid, dan semakin siap menjalankan peran di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Satu Dekade Jadi Momentum Penguatan Organisasi

Rencana pengukuhan kembali menjadi salah satu agenda penting KRBB Kalsel, terlebih menjelang momentum satu dekade perjalanan organisasi.

Bagi jajaran pengurus, satu dekade bukan hanya penanda usia, tetapi juga kesempatan untuk melakukan evaluasi, mempererat kebersamaan, serta meneguhkan komitmen dalam melanjutkan perjuangan organisasi.

Noor Hafifah berharap momentum tersebut dapat menjadi titik penguatan bagi seluruh jajaran KRBB Kalsel, baik dalam menjaga solidaritas internal maupun membangun hubungan yang lebih luas dengan berbagai elemen di Kalimantan Selatan.

“Kami berharap momentum satu dekade ini menjadi penyemangat bagi seluruh keluarga besar KRBB. Kami ingin organisasi semakin eksis, semakin dikenal, dan mampu membangun kemitraan yang baik dengan pemerintah maupun berbagai unsur masyarakat,” tuturnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari legalitas atau kegiatan seremonial, tetapi dari konsistensi pengurus dalam menjaga kebersamaan, menjalankan program, dan memberikan kontribusi nyata.

Karena itu, persiapan pengukuhan diharapkan menjadi awal bagi penguatan langkah organisasi ke depan, bukan sekadar agenda peringatan perjalanan KRBB Kalsel.

Sambangi Instansi dan Bangun Komunikasi Strategis

Dalam rangkaian agenda tersebut, KRBB Kalsel menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan sejumlah instansi dan unsur pemangku kepentingan, meliputi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kalsel, Wakil Gubernur Kalsel, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Polda Kalsel, Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Dinas Sosial Kalsel, serta Dinas Kesehatan Kalsel.

Selain itu, jajaran KRBB Kalsel juga menjalin pertemuan dengan Nanang dan Galuh Banjar (NaGa) Kalsel, yang merupakan bagian dari representasi budaya Banjar.

Rangkaian komunikasi tersebut mencerminkan upaya KRBB untuk mempererat hubungan dengan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah dan lembaga terkait hingga pihak yang memiliki perhatian terhadap pelestarian budaya Banjar.

Melalui komunikasi yang terjalin, KRBB berharap dapat membangun hubungan yang lebih terbuka dan produktif, sekaligus memperkuat posisi organisasi sebagai bagian dari dinamika sosial masyarakat Kalimantan Selatan.

Bukan Hanya Pengukuhan, tetapi Komitmen Berkelanjutan

Bagi Noor Hafifah, perjalanan menuju pengukuhan merupakan proses yang membutuhkan kebersamaan, kesabaran, dan dukungan seluruh jajaran pengurus.

Ia menyadari, membangun organisasi yang kuat tidak bisa dilakukan oleh satu atau dua orang saja. Diperlukan kerja kolektif, komunikasi yang sehat, serta komitmen bersama untuk menjaga organisasi tetap berjalan sesuai tujuan dan aturan yang telah ditetapkan.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga kekompakan dan terus bergerak. Pengukuhan memang menjadi momentum penting, tetapi setelah itu harus ada langkah nyata, program yang berjalan, dan kebersamaan yang tetap terpelihara,” tegasnya.

Ia berharap dukungan dan komunikasi dengan berbagai pihak dapat menjadi modal bagi KRBB Kalsel untuk menatap perjalanan berikutnya dengan lebih optimistis.

Dengan semangat satu dekade, KRBB Kalsel berupaya meneguhkan kembali jati diri organisasi, memperkuat sinergi, dan menjaga komitmen untuk terus hadir dalam kehidupan masyarakat Banua.

Bagi keluarga besar KRBB Kalsel, momentum ini bukan sekadar menandai perjalanan sepuluh tahun, melainkan kesempatan untuk melangkah lebih jauh dengan semangat persatuan, kebersamaan, dan pengabdian kepada masyarakat. (kt)