Cegah Saluran Tersumbat, KERABAT Kalsel Angkat Kayapu di Drainase Jalan A. Yani

Dipimpin Indra Jaya, aksi gotong royong menjadi bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya menjaga kelancaran saluran air perkotaan.

Kalimantanterbit.com, BANJARMASIN – Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan tak cukup hanya disampaikan melalui imbauan. Aksi nyata diperlukan agar fasilitas publik tetap terjaga dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Semangat itulah yang ditunjukkan Kerukunan Rakyat Banua Kalimantan (KERABAT) Kalimantan Selatan melalui kegiatan gotong royong membersihkan drainase di sepanjang Jalan A. Yani, Banjarmasin, Sabtu (10/10/2026).

Dipimpin langsung Ketua KERABAT Kalsel, Indra Jaya, bersama jajaran pengurus, kegiatan tersebut difokuskan pada pembersihan gulma tanaman air, terutama kayapu apung, serta material organik yang menumpuk di saluran drainase.

Keberadaan tanaman air dan tumpukan material tersebut menjadi perhatian karena berpotensi menghambat aliran air apabila dibiarkan menumpuk. Karena itu, pembersihan dilakukan sebagai langkah kepedulian terhadap kondisi saluran air sekaligus menjaga kebersihan kawasan perkotaan.

Indra Jaya: Gotong Royong Harus Menjadi Gerakan Bersama

Ketua KERABAT Kalsel, Indra Jaya, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Organisasi kemasyarakatan, menurutnya, dapat mengambil peran melalui kegiatan sederhana yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Aksi tersebut juga menjadi bentuk partisipasi KERABAT Kalsel dalam menjaga fasilitas umum agar tetap bersih dan nyaman digunakan warga.

Bagi KERABAT Kalsel, keterlibatan langsung di lapangan merupakan salah satu cara membangun kesadaran kolektif bahwa kebersihan kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif masyarakat.

M. Agus Setiawan: Jangan Tunggu Saluran Bermasalah

Senada dengan hal itu, Kepala Divisi Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) KERABAT Kalsel, M. Agus Setiawan, menyebut kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian sekaligus tanggung jawab sosial organisasi terhadap lingkungan.

“Aksi gotong royong ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, tetapi juga bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral kami terhadap kebersihan lingkungan kota. Penumpukan kayapu dan gulma di saluran drainase perlu mendapat perhatian agar tidak mengganggu kelancaran aliran air,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi drainase dan lingkungan sekitar.

“Menjaga kebersihan Banua tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Perlu kesadaran dan keterlibatan bersama, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan hingga ikut menjaga saluran air agar tetap bersih,” tambahnya.

Ajak Masyarakat Jaga Drainase dan Lingkungan

KERABAT Kalsel berharap semangat gotong royong tidak berhenti pada kegiatan tersebut. Partisipasi masyarakat secara berkelanjutan dinilai penting untuk menjaga kebersihan kawasan perkotaan, termasuk saluran drainase dan sungai.

Warga juga diimbau tidak membuang sampah ke saluran air serta segera memperhatikan apabila terdapat tumpukan sampah atau gulma yang berpotensi menghambat aliran.

Melalui aksi ini, KERABAT Kalsel ingin menegaskan bahwa kepedulian terhadap Banua dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Langkah sederhana yang dilakukan bersama diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan Banjarmasin yang lebih bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat. (kt)